Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Friday, December 30, 2016

Pengertian, Struktur, dan Kaidah Teks Cerita Sejarah

Apakah kalian sering membaca teks cerita sejarah? Apa fungsi kita mempelajari teks cerita sejarah? Teks cerita sejarah apa saja yang sering kalian baca? Lalu bagaimana struktur teks cerita sejarah?
      Sering kali kita mendengar cerita sejarah dari nenek moyang kita terdahulu bukan? sejarah tetang masa-masa penjajahan Belanda-Jepang, sejarah masa kerajaan Hindu-Budha, kerajaan Islam bahkan sampai sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. 
      Nah, sejarah itu apa sih? Sejarah adalah cerita yang terjadi di masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran dan dikenang di masa sekarang. Sejarah ada untuk dipelajari agar dapat dipetik hikmahnya. 
      Mempelajari teks cerita sejarah sangat penting apalagi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Saat ini, hal yang dipelajari bukan sekadar pengetahuan bahasa saja, melainkan sebagai teks yang bertujuan untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya dalam konteks kehidupan akademis, sosial, dan budaya. 
      Sekarang, mari kita mengenal struktur teks cerita sejarah. Struktur teks sejarah diantaranya sebagai berikut.

Struktur

Struktur alur dalam teks cerita sejarah:
Orientasi (pengenalan)
Rangkaian Peristiwa
Reorientasi (Pengulangan)


      Teks cerita sejarah diawali dengan pengenalan cerita yang terjadi di masa lampau kemudian diceritakan urutan peristiwa yang terjadi secara berurutan. 

Kaidah
Kaidah teks cerita sejarah mencakup tiga hal, yaitu sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual.
Lebih jelasnya, kaidah-kaidah dalam teks cerita sejarah di antaranya sebagai berikut.
1. Bersifat nonfiktif
Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis.
2. Bersumber dari sejarah
Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar penulisan adalah sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi, peristiwa yang tercatat dan tetap diingat masyarakat karena mengandung nilai yang tinggi.
3. Menggunakan bahasa naratif
Teks cerita sejarah merupakan teks naratif. Oleh sebab itu, teks ini menggunakan bahasa naratif yang banyak mengandung urutan waktu untuk menggambarkan peristiwa.
a. Adanya konjungsi (kata sambung)
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antara induk kalimat dan anak kalimat atau dapat diartikan juga konjungsi merupakan unsur-unsur kalimat yang berfungsi menyambungkan dua buah frasa atau kalimat dengan tujuan untuk menyatakan urutan peristiwa.
Contoh :
- Setelah mendengar berita kekalahan Jepang pada perang pasifiik, golongan muda mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Petunjuk : konjungsi digunakan untuk menyambungkan dua buah frasa/kalimat.
Penjelasan : kata yang digaris bawahi merupakan salah satu contoh konjungsi yang menyatakan urutan peristiwa. Contoh konjungsi lainnya adalah (lalu, selanjutnya, berikutnya, setelah.
b. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat
Fungsi keterangan merupakan kata yang mengungkapkan subjek, predikat dan keterangan. Sudah kita kenali bahwa fungsi dalam kalimat terdiri atas subjek (S), Predikat (P), objek (O) dan keterangan (K).
Contoh :
- Pada tanggal 6 Agustus 1945 telah terjadi pengeboman di kota Hiroshima Jepang.
- Ir. Soekarno dan Radjiman Widyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu jenderal Marsekal Terauchi.
- Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik.
Petunjuk : Keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu keterangan tempat, waktu dan cara.
Catatan : kata yang bergaris bawah merupakan kata yang menunjukkan keterangan.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Kota Tua dalam Ingatan

Sebagai pusat kota, pusat perdagangan, sekaligus permukiman penting di Asia sejak abad ke -16, Kota Tua adalah situs yang harus dijaga. Kota ini hanya seluas 15 H tapi arti sejarahnya sangatlah besar bagi Indonesia.
      Dimulai tahun 1526, penyerangan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah yang dikirim Kesultanan Demak menyebabkan penamaan Jayakarta pada kota yang memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa ini. Tahun 1619, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia. Nama itu diambil sebagai penghormatan kepada leluhur bangsa Belanda, Batavieren. Oleh Belanda, kota ini dilengkapi benteng (kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa yang diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan kanal. Pembangunan Batavia selesai pada tahun 1650 yang kemudian dijadikan kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kota ini menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda.
      Tahun 1942, Batavia, setelah mengalami perluasan wilayah, berganti nama menjadi Jakarta lalu menjadi ibu kota Indonesia. Namun, 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua.




Struktur dan Kaidah Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial Sebuah teks editorial atau opini memang didominasi oleh pendapat berupa sudut pandang penulis terhadap suatu permasalahan, tetapi penulis pun harus menyampaikan fakta yang terdapat di lapangan mengenai hal tersebut. Berbeda dengan berita yang justru harus berisi fakta dan bebas dari opini penulisnya.

Struktur
1. Pernyataan pendapat (thesis statement)
Pernyataan pendapat atau disebut juga tesis merupakan begian yang mengemukakan topik yang akan disampaikan. Biasanya terdapat pada awal paragraf sebagai pembuka pembahasan.

2. Argumentasi (arguments)
Pada bagian ini, penulis menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan dan mengomentari fakta tersebut berdasarkan sudut pandangnya. Tujuan argumentasi adalah untuk memengaruhi dan meyakinkan pembaca. Penulis ingin agar segala sesuatu yang disampaikannya dibenarkan oleh pembaca sehingga pembaca pun mengikutinya. Argumentasi biasanya terdiri atas beberapa paragraf.

3. Pernyataan ulang pendapat (reiteration)
Bagian ini merupakan penutup opini yang berisi penegasan kembali tesis dan argumentasi agar pembaca semakin yakin

Kaidah

1.Terdapat kalimat utama dalam setiap paragraf.
Dalam setiap paragraf selalu ada kalimat utama.
Kalimat utama adalah kalimat yang mewakili gagasan utama.
Contoh pada teks berjudul Perekonomian Indonesia Memprihatinkan pada paragraf satu, Saat ini kondisi perekonomian Indonesia sedang masa memprihatinkan.

2. Menggunakan adverbial frekuensi.
Adverbia  frekuensi adalah kata keterangan yang menunjukkan intensitas kegiatan, seperti sering, kadang-kadang, jarang, dan kerap.
Contoh, Hal ini tentu seringkali membuat pusing masyarakat.

3. Menggunakan konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi.
Konjungsi ini menunjukkan urutan dari sebuah peristiwa, seperti pertama, kedua, kemudian, dan berikutnya. Contohnya, kemudian, tak lama setelah itu, imbas dari kenaikan BBM mulai terasa.

4. Menggunakan konjungsi untuk memperkuat argumentasi.
Konjungsi ini menunjukkan tambahan argumen dari argumen sebelumnya, seperti bahkan, juga, selain itu, dan lagi pula, dan justru. Contohnya, Selain itu, cabai dan bawang pun ikut-ikutan naik.

5. Menggunakan konjungsi yang menyatakan harapan.
Konjungsi ini terdiri dua bagian kalimat. Kalimat yang pertama berisi pernyataan sedangkan kalimat kedua berisi tujuan atau harapan. Contohnya, Pemerintah mencari strategi-strategi jitu untuk mengatasi masalah ekonomi agar ekonomi Indonesai tidak semakin parah.

6. Menggunakan kata kerja material, relasional, dan mental. 
  • Kata kerja material adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, seperti berlari, atau mencuci. Contohnya, Akibat kebijakan tersebut, masyarakat harus membeli BBM lebih mahal. 

  • Kata kerja relasional adalah kata kerja yang mengandung pengertian A adalah B. Kata kerja ini biasanya digunakan untuk menjabarkan sebuah definisi. Contohnya, Ironi memang, Indonesia adalah negara agraris, dan dahulu terkenal dengan swasembada beras, justru bermasalah dengan harga beras. Selain itu, adapula kata kerja relasional atributif. Kata kerja relasional atributif adalah kata kerja yang menyatakan milik. A memiliki B, contoh Budi memiliki tiga buah mobil. 
  • Kata kerja mental adalah kata kerja ini terdiri atas kata kerja yang menerangkan persepsi, afeksi, kognisi. Kata kerja persepsi adalah kata kerja yang berkaitan dengan pancaindera, contoh melihat, mendengar, mencium. Contohnya, Pemerintah harus melihat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia secara real. Sedangkan kata kerja afeksi adalah kata kerja yang berkaitan dengan perasaan psikologis seseorang,seperti marah, sedih, khawatir, dan senang. Contohnya, masyarakat Indonesia khawatir dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Selain itu, ada pula kata kerja kognisi. Kata kerja kognisi adalah kata kerja yang berkaitan dengan proses memahami sesuatu, seperti berpikir, mengerti, dan memahami. Contohnya, Saya memahami bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini dipengaruhi oleh merosotnya nilai tukar rupiah.


7. Kaya akan kosakata.
Dalam teks editorial/opini biasanya banyak dijumpai kata-kata yang jarang digunakan dalam keseharian, seperti dianalogikan, subsidi, imbas, dan kewirausahaan.

Tuesday, January 5, 2016

Laporan Teks Anekdot

Laporan Teks Anekdot


Disusun Oleh :
Bondan Novanis Punto Aji
X-MIPA 1

SMA NEGERI 10 SAMARINDA
SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR
2015

Kata Pengantar


       Dengan mengucapkan syukur atas kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Laporan Teks Anekdot.
       Laporan Membaca Buku ini adalah salah satu tugas praktek, dalam rangka memenuhi penilaian praktek yang diberikan oleh Bapak Masrani, S.Pd, M.Pd. Jenis teks yang penulis ingin sampaikan dalam pembuatan laporan ini adalah teks anekdot.
       Dengan selesainya laporan membaca buku ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Termasuk Bapak Masrani, S.Pd, M.Pd. yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis, kepada orang tua penulis yang telah membantu baik secara materil dan imateril, dan teman-teman MIX 1 yang telah memberikan dorongan dan semangat kepada penulis dalam pembuatan Laporan Tks Anekdot ini.
       Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan dari laporan ini baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan Laporan Membaca Buku ini, agar dapat bermanfaat bagi orang banyak.
       Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.

Samarinda, 01 Januari 2014
                                                                                                                           Penyusun


       Bondan Novanis Punto Aji




Daftar Isi

Kata Pengantar ....................................................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................................................ 2
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 3
BAB 2 PENJELASAN .......................................................................................................... 4
Pengertian Teks Anekdot ....................................................................................................... 4
Bentuk Anekdot ..................................................................................................................... 4
Isi Teks Anekdot .................................................................................................................... 4
Ciri-ciri Teks Anekdot ........................................................................................................... 4
Jenis-jenis Teks Anekdot ........................................................................................................ 5
a.   Teks Anekdot Lisan .................................................................................................. 5
b.    Anekdot Teks ............................................................................................................ 5
Contohnya ........................................................................................................................ 5
Tujuan Teks Anekdot .............................................................................................................. 6
Struktur Teks Anekdot ............................................................................................................ 6
Kata Kunci ........................................................................................................................ 6
Kaidah Teks Anekdot .............................................................................................................  7
Ciri-ciri Bahasa Anekdot ........................................................................................................ 7
Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya ............................................................................ 7
Struktur ............................................................................................................................ 7
BAB 3 PENUTUP .................................................................................................................. 9
Kesimpulan ............................................................................................................................. 9
Saran ........................................................................................................................................ 9
Daftar Pustaka .........................................................................................................................10
BAB 1
Pendahuluan


Seiring dengan perkembangan jaman, pemerintah mulai melakukan berbagai usaha untuk menyelamatkan Indonesia dari ketertinggalan. Sistem dari berbagai bidang pun direnovasi, termasuk juga di dalamnya bidang pendidikan. Adapun salah satu usaha yang dilakukan pemerintah adalah menyusun kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013 yang menekankan proses belajar aktif dari pihak siswa. Untuk itu, materi ajaran lama pun diganti dengan materi ajaran yang lebih efektif dan bermanfaat. Tak terkecuali untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Pada kurikulum 2013, Bahasa Indonesia ditempatkan sebagai penghela mata pelajaran lain. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia harus berada di depan semua mata pelajaran lain. Adapun perubahan yang sangat kentara adalah pada kurikulum baru ini pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X disusun berbasis teks baik tulis maupun lisan. Tumpuannya bahwa Bahasa Indonesia sebagai wahana pengetahuan yang tersaji melalui berbagai jenis teks yang bersifat fungsional. Adapun jenis-jenis teks yang akan dipelajari terdiri dari berbagai macam, antara lain teks laporan, teks prosedur, teks eksposisi, teks negosiasi, dan teks anekdot. Pada kesempatan ini, kita akan fokus membahas tentang teks anekdot.
Anekdot sangat bermanfaat untuk menyampaikan kritik secara sopan dan menghibur. Adapun yang sering dijadikan bahan kritikan adalah sistem pelayanan publik dan sasaran kritikan biasanya ditujukan pada petinggi/pejabat negara.
Apa itu pelayanan publik? Pelayanan publik adalah rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi setiap warga negara sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Pelayanan publik disediakan oleh para penyelenggara pelayanan publik, yaitu suatu badan berbentuk lembaga/organisasi yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Selanjutnya, orang-orang yang bekerja di lembaga itu disebut pelaksana pelayanan publik. Adapun pelayanan publik tersebut nantinya akan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

Teks anekdot merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipelajari, karena jenis teks ini sering kali digunakan sebagai sarana penyampaian kritik dan aspirasi masyarakat terhadap pelayanan publik, baik dalam lingkup yang sempit maupun yang lebih luas. Untuk itu, kami membuat makalah ini dengan beberapa tujuan sebagai berikut :
a)      Mengembangkan kemampuan menyusun teks anekdot dengan bahasa yang baik dan benar serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
b)      Mampu mengidentifikasi pengertian, struktur, kaidah, dan ciri-ciri anekdot.
c)      Mampu memberikan tanggapan terhadap suatu usulan melalui suatu anekdot.



BAB 2
Penjelasan


Pengertian Teks Anekdot
Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Ada pengertian lain bahwa anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat, sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diterangkan bahwa anekdot adalah cerita singkat yang menarik, karena lucu dan mengesankan. Dengan format yang singkat dan pendek, sebuah anekdot memiliki sifat yang sangat lentur dan liat, yang membuatnya memiliki banyak pembacaan. Meskipun tujuan anekdot adalah untuk menghibur, tetapi ada maksud ter sembunyi dari penulisannya.
  Bentuk Anekdot
Anekdot memiliki bentuk, antara lain :
a.       Tulisan :
1)      Monolog;
2)      Dialog;
3)      Prosa;
4)      Cerita;
5)      Puisi;
6)      Pantun.
b.      Lisan :
1)      Lagu;
2)      Puisi.
  Isi Teks Anekdot
 Anekdot memiliki isi, antara lain:
a.       Sindiran yang ditunjukkan pada orang-orang tertentu;
b.      Humor;
c.       Cerita lucu.

  Ciri–Ciri Teks Anekdot
1.      Bersifat humor atau lelucon;
2.      Bersifat menggelitik;
3.      Bersifat menyindir;
4.      Mengenai orang penting;
5.      Memiliki tujuan tertentu ( menggkritik ).
Sekedar tambahan saja. Kaidah anekdot yaitu berupa lelucon ataupun cerita menggelitik di dalamnya terkandung kebenaran tertentu yang bisa menjadi bahan pelajaran bagi khalayak.
       
Jenis-jenis Teks Anekdot
Jenis-jenis Teks Anekdot ada 2 macam yaitu lisan dan teks.
a.      Teks Anekdot Lisan
Contohnya:
BUTA        :    Banyak Urusan Terlupa Agama
UAS           :    Ujian Asal Silang
KUHP        :    Kasih Uang Habis Perkara
PTS            :    Pokoknya Tetap Sekolah
UUD          :    Ujung-Ujungnya Duit
UGM         :    Universitas Gak Miskin
DPR           :    Dewan Penyiksaan Rakyat
BBM          :    Bahan Bakar Mahal
b.      Anekdot Teks

Cerita lucu setelah liburan sekolah

Cerita humor lucu ini dimulai ketika hari pertama masuk setelah libur panjang.
Ketika pelajaran dimulai,terjadi dialog antar ibu guru dan muridnya
Guru    :Anak anak,gimana perasaan kalian saat ini?
Murid  :senang bu!
Guru    :pertama2 ibu akan menanyakan kata2 bijak apa yg sering dikatakan bapamu?
Murid 1:Hidup ini harus kita "LANJUTKAN"!
Guru    : oooh,bapak kamu pasti anggota partai demokrat ya?
Murid 1: betul bu
Guru      : oh pantes,sekarang kamu!
Murid 2: kata bapak saya hidup ini harus kuat seperti "BANTENG"!
Guru     : ohhh ,pasti bapak kamu anggota partai PDIP
Murid 2: betul bu.
Guru     : pantes,sekarang lanjutkan lagi
Murid 3: kata bapa saya "Lebih Baik Memberi Daripada Diberi"
Guru    :wow,itu baru betul,bapak kamu pasti ustat/pendeta atau semacamnya ya?
Murid 3: bukan bu
Guru    : ooh,pasti bapak kamu seorang yg taat ibadahnya kan?
Murid 3: bukan bu
Guru     : pasti bapak kamu org yg baik dan suka bersosialisasi ya?
Murid 3:bukan juga bu
Guru (kesal!) :terus apa dong!
Murid 3: petinju bu

        Tujuan Teks Anekdot
1.      Untuk membangkitkan tawa;
2.      Untuk membuat orang terhibur;
3.      Menggambarkan suatu karakter dengan singkat dan ringan sehingga ia terhentak dalam kilasan permohonan yang langsung pada intinya.


      Struktur Teks Anekdot
      Abstrak : Abstrak adalah bagian awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks.
      Orientasi : Orientasi adalah bagian yang menunjukan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi.
      Krisis : Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada diri penulis atau orang yang diceritakan.
      Reaksi : Reaksi adalah bagian tentang bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul dibagian krisis.
      Koda : Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut bisa juga dengan memberikan kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang diceritakan.
Kata Kunci
1.      Abstaksi  : Pembukaan/gambaran umum
2.      Orientasi : Latar belakang peristiwa
3.      Krisis       : Masalah
4.      Reaksi     : Penyelesaian masalah
5.      Koda       : Kesimpulan

Kaidah Teks Anekdot
1.      Menggunakan waktu lampau;
Seperti      : Saya menemukannya semalam.
2.      Menggunakan pertanyaa rotoris;
Seperti      : Apakah kamu tahu ?
3.      Menggunakan kata sambung ( konjungsi) waktu;
Seperti      : Kemudian, setelah itu, dll.
4.      Menggunakan kata kerja;
Seperti      : Pergi, Tulis, dll.
5.      Menggunakan kalimat perintah;
             Seperti      : Tutup pintunya !
6.      Menggunakan kalimat seru.
             Seperti      : Woi, amboi, hei, dll.
      Ciri-ciri Bahasa Teks Anekdot
·         Menggunakan kata konjungsi (kata penghubung);
·         Menggunakan majas;
·         Memiliki pertanyaan retoris;
·         Menggunakan kata seru;
·         Menggunakan kalimat perintah.

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya
Contoh teks anekdot
Suatu hari rombongan politisi mengadakan kunjungan kerja kesuatu daerah dalam perjalanan, bis yang ditumpangi rombongan itu mengalami kecelakaan, kejadian itu disaksikan oleh seorang petani tua. Melihat banyak korban yang meninggal, si petani beserta warga sekitar langsung mengadakan penguburan masal. Suatu ketika datang seorang polisi bertanya kepada petani. “pak, apakah ada korban yang masih hidup ?” jawab petani “ memang ada beberapa korban yang menyatakan kalau dia masih hidup, namun anda kan tahu politisi suka bebohong, jadi ya saya kubur semuanya.” Polisi itu pun tak berkutip dan kebingungan.


Bagian-bagian dalam cerita
Abstrak      : Rombongan politisi mengalami kecelakaan.
Orientasi    : Suatu hari rombongan politisi mengadakan kunjungan kerja kesuatu daerah
Krisis          : dalam perjalanan, bis yang ditumpangi rombongan itu mengalami kecelakaan.
Reaksi        : Melihat banyak korban yang meninggal, si petani beserta warga sekitar langsung  mengadakan penguburan masal.
Koda          : “ memang ada beberapa korban yang menyatakan kalau dia masih hidup, namun anda kan tahu politisi suka bebohong, jadi ya saya kubur semuanya.”

Contoh Teks Anekdot Dalam Bentuk Puisi
Penjilat Uang
Kubuka koran hari ini
Kulihat halaman pertama
Kulihat tulisan yang tak asing di otakku
“Pak RT Ketahuan Korupsi”
Seraya bertanya ke pada diriku
Pak RT saja sudah berani “Korupsi”
Pejabat kecil saja sudah berani, bagaimana dengan pejabat tinggi?
Tak bisa kubayangkan  itu semua
Sekarang, coba kau pergi ke gedung KPK
Gerangan apa disana?
Terlihat banyak wartawan
Apakah yang mereka cari
Tentunya para koruptor dan koruptor lagi
Apakah negara ini tidak bosan mendengar kata KORUPSI
Setiap hari korupsi, ada saja kasus korupsi
Bosan aku mendengar kata korupsi
Tidak pejabat kecil, tidak pejabat besar, sama saja
Sama-sama penjilat uang negara dan rakyat
Tolong, tolong, tolong!
Selamatkan negara ini!
Sadarlah wahai kau penjilat!
Negara ini masih banyak hutang yang belum terbayar!
Pilih maju atau tetap seperti ini !





BAB 3
Penutup

Kesimpulan
·         Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Ada pengertian lain bahwa anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat.
·         Membuat teks anekdot merupakan salah satu kreativitas yang cukup bermanfaat untuk dipelajari. Hal ini diperlukan apabila kita ingin menyampaikan kritik atau sindiran terhadap fenomena penting yang terjadi di lingkungan masyarakat, agar tidak menyinggung perasaan pihak-pihak lain kita dapat menuangkannya dalam bentuk teks anekdot yang lucu dan menghibur.
·         Anekdot memiliki ciri khas, ciri kebahasaan, struktur, serta kaidah yang tersendiri yang akan membuat teks ini berbeda dari teks lainnya. Karena teks ini adalah teks teks yang lebih mementingkan kritik yang lucu.
·         Struktur:
a.       Abstraksi;
b.      Orientasi;
c.       Krisis;
d.      Reaksi;
e.       Koda.

Saran
Saran yang dapat penulis ajukan dalam beranekdot antara lain sebagai berikut :
·         Pastikan bahwa anekdot yang Anda susun mengandung unsur humor dan bersifat menghibur;
·          Pastikan bahwa kritikan yang ada pada anekdot Anda nantinya akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar Anda;
·         Perhatikan selalu kaidah-kaidah dalam penulisan teks anekdot.




Daftar Pustaka

Wahyu Agung Subariman (2014). Pengertian Teks Anekdot, Jenis, Struktur, dan Contohnya | Wahyu Agung Setiawan. From https://sabariman152.wordpress.com/2014/10/16/pengertian-teks-anekdot-ciri-ciri-jenis-struktur-dan-contohnya/, 1 Februari 2015
Wikipedia (2014). Teks Anekdot. From http://id.wikipedia.org/wiki/Anekdot , 1 Februari 2015
Nurhasanah, Amelia (2014). Teks Anekdot (Pengertian, struktur, Ciri Kebahasaan dan Contoh). From http://amelnewsind.blogspot.com/2014/05/teks-anekdot-pengertian-struktur-ciri.html , 1 Februari 2015
Nitha Thatha (2014). Teks Anekdot | Nithaa Sintha. From http://nithaahomework.blogspot.com/2014/12/teks-anekdot.html/, 2 Februari 2015
8INDO (2014). Humor Kata – Kata Singkatan Lucu Plesetan Bahasa Indonesia. From http://www.8indo.com/2014/01/humor-kata-kata-singkatan-lucu-plesetan.html , 2 Februari 2015